Pendapatan Malaka 2025 Capai Rp833,44 Miliar, PAD Tumbuh di Tengah Turunnya Total Pendapatan
MALAKA - Struktur pendapatan Kabupaten Malaka menunjukkan dinamika menarik sepanjang 2016 - 2025. Data Badan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BKPD) Kabupaten Malaka mencatat, total pendapatan daerah pada 2025 mencapai Rp833,44 miliar.
Data tersebut dipaparkan Kepala BKPD Kabupaten Malaka Aloysius Werang dalam Pameran Pembangunan dan Pagelaran Budaya Daerah Kabupaten Malaka di Lapangan Misi Dekenat Malaka, Betun, Jumat (14/8/2026).
Pada 2025, total pendapatan daerah terdiri dari PAD Rp66,65 miliar, pendapatan transfer Rp756,57 miliar dan lain-lain pendapatan yang sah Rp10,22 miliar.
Dari komposisi tersebut terlihat jelas bahwa pendapatan transfer masih menjadi sumber terbesar keuangan daerah.
Transfer Masih Menjadi Tulang Punggung Pendapatan transfer 2025 mencapai sekitar Rp756,57 miliar. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan PAD yang berada di angka Rp66,65 miliar. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan Kabupaten Malaka masih sangat dipengaruhi oleh kebijakan dan besaran transfer dari pemerintah pusat maupun sumber transfer lainnya.
Ketergantungan tersebut bukan sesuatu yang otomatis negatif karena transfer merupakan bagian normal dari sistem keuangan pemerintahan daerah.
Namun, bagi daerah, semakin kuat kemampuan meningkatkan pendapatan asli sendiri, semakin besar pula fleksibilitas fiskalnya. Karena itu, lonjakan PAD pada 2025 menjadi salah satu sisi positif yang perlu dipertahankan.
Total Pendapatan Turun, Tetapi PAD Justru Naik
Ada fakta menarik dari data tersebut.
Total pendapatan daerah pada 2024 mencapai sekitar Rp923,78 miliar, sedangkan pada 2025 turun menjadi sekitar Rp833,44 miliar.
Dengan demikian, total pendapatan turun sekitar Rp90,34 miliar.
Namun, di tengah penurunan total pendapatan tersebut, PAD justru mengalami kenaikan sekitar Rp26,78 miliar.
Situasi ini menunjukkan bahwa dinamika pendapatan daerah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan daerah menggali PAD, tetapi juga oleh perubahan pada komponen transfer dan pendapatan lainnya.
Karena itu, peningkatan PAD harus terus dijadikan prioritas agar pertumbuhan pendapatan daerah tidak terlalu bergantung pada satu sumber.
Target ke Depan: Memperkuat Kemandirian Fiskal
Paparan Aloysius Werang dalam pameran pembangunan memberikan gambaran bahwa pengelolaan keuangan daerah bukan sekadar mengejar besarnya anggaran, tetapi juga bagaimana struktur pendapatan menjadi semakin sehat.
Hal positif yang perlu dipertahankan adalah tren peningkatan PAD.
Sementara yang perlu diperkuat adalah kemampuan daerah menciptakan sumber pendapatan baru melalui pertumbuhan ekonomi, investasi, pengelolaan aset dan optimalisasi sektor-sektor potensial.
Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas fiskal pemerintah daerah.
Editor : Boni Atolan
Sumber : https://radar-malaka.com/pendapatan-malaka-2025-capai-rp83344-miliar-pad-tumbuh-di-tengah-turunnya-total-pendapatan/